top of page
Search

Membaca Ulang Sejarah Indonesia: Antara Netralitas, Kontroversi, dan Sudut Pandang yang Beragam

ree

Sejarah sebagai catatan masa lalu, seringkali dipandang sebagai narasi objektif tentang peristiwa yang telah terjadi. Namun, pandangan ini seringkali dipertanyakan, terutama ketika menyangkut sejarah suatu bangsa yang dinamis seperti Indonesia. Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik STIA LAN Makassar, melalui tulisan ini mengangkat isu krusial mengenai penulisan ulang sejarah Indonesia dan potensi kontroversi yang menyertainya. Hal ini menyoroti bahwa sejarah, pada hakikatnya, tidak pernah benar-benar netral.


Argumen bahwa "sejarah tidak benar-benar netral" menekankan bahwa penulisan sejarah selalu melibatkan pilihan dan interpretasi dari pihak yang menuliskannya. Pihak yang menulis sejarah memiliki kuasa untuk menentukan siapa yang akan disebut pahlawan dan siapa yang dianggap pengkhianat. Hal ini mengindikasikan bahwa buku sejarah yang kita baca mungkin tidak selalu menceritakan keseluruhan fakta. Beberapa tokoh penting bisa saja dihilangkan, diubah, atau disesuaikan dengan narasi dan kepentingan penguasa pada suatu masa.


Kenyataan ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa penulisan ulang sejarah bisa menjadi kontroversi besar? Bagi sebagian pihak, penulisan ulang sejarah adalah bentuk keberanian untuk merefleksikan kembali masa lalu dengan data dan perspektif baru. Namun, bagi pihak lain, hal ini dapat dianggap sebagai ancaman terhadap narasi yang sudah mapan dan berpotensi mengganggu stabilitas ataupun identitas yang telah terbangun.


Penulisan Ulang Sejarah???


Penulisan ulang sejarah, sebagaimana yang digaungkan, bukan berarti mengubah masa lalu yang sudah terjadi. Sebaliknya, ini adalah upaya untuk mengkaji ulang peristiwa dan tokoh sejarah dengan pertanyaan-pertanyaan kritis: Apa yang mungkin terlewat dari catatan sejarah? Siapa saja yang mungkin disembunyikan atau tidak mendapatkan porsi yang adil dalam narasi yang ada?


Melalui tulisan ini, kita didorong untuk melihat sejarah dari banyak sudut pandang, bukan hanya terpaku pada satu versi saja. Sejarah bukan semata-mata tentang siapa yang menang, melainkan tentang siapa yang didengar suaranya, dan yang lebih penting, siapa yang dihilangkan dari narasi utama.


Menyikapi Kontroversi dan Mendorong Perspektif Beragam


Menanggapi potensi kontroversi yang muncul dari upaya penulisan ulang sejarah, sikap yang bijaksana adalah membuka diri terhadap beragam perspektif. Dengan ini Kementerian Pendidikan dan Penelitian BEM Politeknik STIA LAN Makassar, serta para pembaca memiliki peran penting dalam mendorong pemikiran kritis dan diskusi terbuka mengenai sejarah.


Di tengah era informasi yang serba cepat, penting bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak hanya menerima narasi tunggal, melainkan mencari dan membandingkan berbagai sumber sejarah. Pemahaman yang lebih komprehensif terhadap masa lalu akan membantu kita belajar dari kesalahan, menghargai keberagaman, dan membangun masa depan yang lebih inklusif.


Pada akhirnya, tulisan ini adalah undangan untuk memahami bahwa sejarah adalah proses yang terus-menerus direkonstruksi. Dengan keberanian untuk mengkaji ulang dan mendengarkan suara-suara yang mungkin terpinggirkan, kita dapat membangun pemahaman sejarah yang lebih kaya, adil, dan relevan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

 
 
 

Recent Posts

See All

Comments


BEM POLITEKNIK STIALAN MAKASSAR (1).png

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA

POLITEKNIK STIA LAN MAKASSAR

©2025 by Kementerian Luar Negeri BEM Politeknik STIA LAN Makassar

  • Instagram
  • Youtube
  • Whatsapp
  • TikTok
bottom of page