Menyingkap Masalah Sampah di Pulau Badi: Antara Keindahan Tersembunyi dan Tantangan Pesisir
- Rindra Mario Laurens
- May 8, 2024
- 3 min read

Pulau Badi, sebuah surga tersembunyi di Desa Mattiro Deceng, memikat wisatawan dengan keindahan alamnya yang menakjubkan, terutama terumbu karang yang mempesona dan keberagaman ikan yang mengagumkan. Namun, di balik panorama indahnya, terdapat sejumlah permasalahan yang menantang bagi masyarakat setempat.
Secara umum, salah satu masalah utama yang dihadapi adalah krisis air bersih. Hal ini menjadi perhatian serius karena kebutuhan akan air bersih merupakan hak mendasar setiap individu. Selain itu, pasokan listrik yang terbatas juga menjadi hambatan utama, terutama dalam mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat. Upaya penyelesaian telah dilakukan dengan memasang genset di beberapa rumah, namun hal ini tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik secara menyeluruh.
Selain itu, manajemen sampah juga merupakan isu yang perlu segera diatasi. Meskipun telah ada upaya membersihkan sampah, namun masih banyak sampah yang berserakan karena kurangnya tempat pembuangan yang efektif. Hal ini tidak hanya merusak estetika pulau tetapi juga mengancam ekosistemnya.
Tidak ketinggalan, dalam era digital saat ini, akses informasi digital menjadi hal yang penting. Namun, masyarakat di Pulau Badi masih menghadapi kendala dalam mengakses informasi digital karena keterbatasan infrastruktur dan sumber daya yang tersedia. Hal ini menunjukkan perlunya dukungan lebih lanjut dalam pengembangan infrastruktur digital untuk meningkatkan aksesibilitas informasi bagi masyarakat setempat.
Solusi Permasalahan Pulau Badi
Adapun beragam solusi terhadap permasalahan pulau badi sudah diusulkan oleh perangkat desa salah satu usulannya ialah permintaan kapal pengangkut sampah dalam menangani permasalahan sampah di pulau badi tetapi pemerintah dalam hal ini kabupaten belum menyediakan kapal pengangkut sampah. Hal ini juga menjadi salah satu fokus utama dalam pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh BEM Politeknik Stia Lan Makassar dengan mengadakan pelatihan pengolahan sampah dengan harapan dapat mengurangi jumlah sampah dan dapat dikelola menjadi barang yang bermanfaat serta bernilai jual bagi masyarakat sekitar.
Krisis air bersih di pulau Badi merupakan permasalahan yang kompleks dan membutuhkan solusi yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Adapun berbagai alternatif dalam menangani permasalahan krisis air bersih adalah :
1. Membangun sistem penampungan air hujan di setiap rumah dan bangunan publik
2. Membangun instalasi desalinasi air laut untuk menghasilkan air bersih
3. Melakukan pengeboran sumur artesis yang terencana dan berkelanjutan
4. Membangun kerjasama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mengatasi krisis air bersih.
5. Membuka ruang dialog dan partisipasi publik dalam pengambilan kebijakan terkait air.
Tidak adanya akses informasi berbasis digital menjadi fokus utama dalam memberikan inovasi kepada desa Mattiro Deceng pada pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh BEM Politeknik Stia Lan Makassar yaitu pembuatan absen digital dan pembuatan website berisi informasi tentang Pulau Badi, Pembuatan absensi digital ini bertujuan untuk melakukan absensi online yang terkoneksi dengan internet, dengan ini mampu memantau data dan dilakukan secara realtime. Beberapa Keunggulan pemantauan dari absen digital ini dapat memudahkan kinerja dalam memproses data kehadiran pegawai, keterlambatan, serta ketidakhadiran pegawai yang ada di pulau badi. Adapun Kelebihan atau keuntungan menggunakan sistem absensi digital ini yang dapat diakses secara online tentunya akan membuat perhitungan jam kerja jadi lebih akurat. Hal ini dikarenakan waktu yang dipakai akan tersinkron secara otomatis dengan waktu yang berlaku di semua perangkat. Tentu saja, cara ini akan sangat efektif karena perhitungannya dinilai lebih akurat, terutama bagi pelayanan desa yang menerapkan sanksi potongan gaji untuk setiap keterlambatan.
Pada website desa yang telah dibuat oleh BEM Politeknik Stia Lan Makassar adalah salah satu media untuk menyebarkan informasi yang menarik kepada masyarakat luas untuk melihat keunikan dari pulau badi.

Dengan adanya Perubahan budaya kinerja menjadi lebih produktif melalui digitalisasi. Alur komunikasi akan tetap terjaga dan Anda juga dapat membantu kinerja pegawai untuk berkembang. Feedback untuk para pegawai adalah suatu sarana untuk menciptakan situasi yang lebih konstruktif bagi Pelayanan desa Pulau Badi.
Kolaborasi untuk Pulau Badi: Menuju Solusi Berkelanjutan
Dengan memperhatikan berbagai permasalahan ini, upaya kolaboratif antara pemerintah, lembaga masyarakat, dan pihak terkait lainnya sangat diperlukan untuk mencapai solusi yang berkelanjutan bagi Pulau Badi. Melalui kerja sama dan kesadaran antar stakeholder, diharapkan mampu memberikan kemajuan bagi Pulau Badi. Potensi keindahan pulau yang diiringi dengan inovasi dapat memberikan kemudahan bagi perangkat desa dan menyambut para wisatawan yang ingin menikmati pesona Pulau Badi.
Comments